Error message

User warning: The following module is missing from the file system: googleanalytics. In order to fix this, put the module back in its original location. For more information, see the documentation page. in _drupal_trigger_error_with_delayed_logging() (line 1128 of /var/www/clients/client1/web2/web/includes/bootstrap.inc).

SOP Perkuliahan

1.       Struktur Organisasi dan Manajemen Penyelenggaraan Program Studi S3 Ilmu Pertanian

Struktur Organisasi dan Manajemen penyelenggaraan Program Studi S3 Ilmu Pertanian merupakan bagian dari Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Fakutas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Jenderal Soedirman seperti tersaji pada Gambar 1. Berikut adalah uraian tentang bagian-bagian dan atau sub unit dalam lingkup OTK Fakultas Pertanian.

        Fakultas merupakan unsur pelaksana akademis yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Rektor. Fakultas  dipimpin oleh seorang Dekan yang mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membina pendidik dan tenaga kependidikan, mahasiswa, dan administrasi fakultas.

        Dekandibantu oleh 3 (tiga) orang Wakil Dekan, yaitu:

1. Wakil Dekan Bidang Akademik

2. Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, dan

3. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

 

·         Senat Fakultasmempunyai tugas melakukan pemberian pertimbangan dan pengawasan terhadap Dekan dalam pelaksanaan akademik di Lingkungan Fakultas.

 

·         Bagian Tata Usahamempunyai tugas melaksanakan urusan akademik, kemahasiswaan, perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, barang milik negara, dan pelaporan di lingkungan fakultas.

·         Jurusan di lingkungan Fakultas Pertanian Unsoed merupakan himpunan sumber daya dosen yang merupakan pendukung program studi dalam satu rumpun disiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jurusan diketuai oleh seorang Ketua Jurusan.  Ketua Jurusan dibantu oleh seorang Sekretaris Jurusan dan bertanggungjawab kepada Dekan.

·         Program Studi di lingkungan Fakultas Pertanian Unsoed merupakan unit program akademik yang mencakup kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar peserta didik dapat menguasai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sesaui dengan sasaran kurikulum.   Program Studi diketuai oleh seorang Ketua Program Studi yang bertanggungjawab terhadap perencanaan, penyelenggaraan dan evaluasi  kegiatan akademik untuk menghasilkan lulusan pada jenjang pendidikan tertentu (D3, S1, S2 dan S3).  Program Studi diketuai oleh seorang Ketua Program Studi.  Ketua Program Studi bertanggungjawab kepada Dekan di bawah koordinasi Wakil Dekan I.

 

         Kelompok Jabatan Fungsional (Dosen)merupakan kelompok pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan  dan teknologi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

         Laboratorium/Kebun Percobaanmerupakan perangkat penunjang pelaksana pendidikan di lingkungan Fakultas Pertanian. Laboratorium dipimpin oleh seorang fungsional (Dosen) yang keahliannya telah memenuhi persyaratan sesuai dengan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepala Laboratorium / Kebun Percobaan bertanggungjawab kepada Dekan dengan berkoordinasi dengan WD II.

·         Program S3 Ilmu PertanianFakultas Pertanian Unsoed merupakan unit akademik yang bertanggungjawab langsung kepada Dekan untuk penyelenggaraan dan penjaminan mutu program pendidikan untuk jenjang S2 (Magister) dan S3 (Doktor) untuk bidang ilmu pertanian.  Program Pascasarjana dikelola oleh Ketua Program Pascasarjana dibantu oleh seorang Sekretaris Program.  Ketua Program Pascasasarjana berkoordinasi dengan Ketua Jurusan terkait dan Kepala Laboratorium / Kebun Percobaan dalam penyediaan dosen dan laboratorium untuk menjamin terselenggaranya kegiatan akademik yang bermutu. Ketua Program Pascasarjana Ilmu Pertanian bertanggungjawab kepada Dekan.  Dalam hal penyelenggaran program akademik, Ketua Program Pascasarjana Ilmu Pertanian dibantu oleh seorang Ketua Program S2 untuk pendidikan jenjang S2 (Magister) dan seorang Ketua Program S3 untuk pendidikan jenjang S3 (Doktor).

 

Standard Operation Procedure(SOP) seleksi masuk mahasiswa yang sebidang dan tidak sebidang

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

1

Nomor Revisi:

PROSEDUR

SELEKSI MASUK MAHASISWA YANG SEBIDANG DAN TIDAK SEBIDANG

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Untuk menentukan prosedur seleksi masuk bagi calon mahasiswa yang sebidang dan tidak sebidang

2.       Untuk menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Mahasiswa yang sebidang adalah mahasiswa S3 ilmu pertanian yang mempunyai latar belakang akademik (ditunjukkan dengan transkrip S2) yang dianggap mencukupi untuk dapat mengikuti perkuliahan, melakukan penelitian dan menulis disertasi serta menyelesikan studi di jenjang S3 Ilmu Pertanian dengan baik dan tepat waktu.

2.       Mahasiswa yang tidak sebidang adalah mahasiswa S3 ilmu pertanian yang latar belakang akademiknya (ditunjukkan dengan transkrip akademik S2) dianggap tidak mencukupi untuk dapat mengikuti perkuliahan, melakukan penelitian dan menulis disertasi serta menyelesikan studi di jenjang S3 Ilmu Pertanian dengan baik dan tepat waktu.

3.       Tim penelaah transkrip akademik calon mahasiswa Pengelola dan Tim Komisi S3 Ilmu Pertanian untuk menelaah transkrip akademik mahasiswa yang baru diterima sehingga dapat diputuskan apakah seorang mahasiswa baru mempunyai latar belakang akademik yang sebidang atau tidak sebidang dengan program S3 Ilmu Pertanian, dan kemudian memutuskan mata kuliah matrikulasi yang harus diambil oleh mahasiswa tersebut.

 

V. ACUAN

1.       Peraturan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor: 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman

2.       Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen Tentang Koding Rumpun, Sub Rumpun dan Bidang Ilmu

3.       SK Rektor Nomor: Kept.844/H23/AK.03.03/2011 Tentang Pedoman Umum dan Akademik Program Pascasarjana Unsoed Tahun 2012/2013

VI. PROSEDUR

1.       Pendaftaran sebagai mahasiswa baru Program Doktor melalui mekanisme Seleksi Mahasiswa Unsoed dengan telah mempunyai ijazah S2 dengan IPK minimal 3,25, atau mempunyai IPK 3,00-3.24 jika memiliki minimal satu publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, dan atau prestasi ilmiah yang  diakui di tingkat nasional yang ditetapkan oleh Tim Komisi S3 Ilmu Pertanian

2.       Calon mahasiswa baru yang mendaftar harus melengkapi bukti telah mengikuti Test Toefl-Like dan TPA-Like dengan skor minimal 500, transkrip nilai S2, Surat Rekomendasi dan out line rencana penelitian

3.       Mahasiswa baru Program Doktor wajib mendaftarkan diri  (registrasi) dan pada tiap semester mahasiswa lama wajib melakukan pendaftaran ulang

4.       Pada saat registrasi, mahasiswa baru Program Doktor wajib menyerahkan transrip akademik S2 ke Sekretariat Program S3 Ilmu Pertanian untuk kemudian diteruskan ke Tim Penelaah transkrip akademik untuk diputuskan apakah mahasiswa baru tersebut sebidang atau tidak sebidang.

5.       Calon mahasiswa Program Doktor:

a.       yang sebidang tidak diwajibkan mengikuti program matrikulasi

b.      yang tidak sebidang diwajibkan mengikuti program matrikulasi dalam mata kuliah tertentu yang ditetapkan oleh Ketua Program S3

6.       Pada tiap awal semester mahasiswa harus mengisi Kartu Studi Mahasiswa (KSM) dengan sistem SIA berdasarkan kurikulum yang ditetapkan serta disetujui oleh Ketua Tim Promotor serta disahkan oleh Ketua Program Studi. Pada pengisian KRS itu mahasiswa dengan persetujuan Tim Promotor menetapkan mata kuliah yang dipilih disamping mata kuliah yang sudah ditetapkan dalam kurikulum.

VII. LAMPIRAN

 

Standard Operation Procedure(SOP) Matrikulasi

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

2

Nomor Revisi:

PROSEDUR

MATRIKULASI

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Untuk menentukan prosedur seleksi masuk bagi calon mahasiswa yang sebidang dan tidak sebidang

2.       Untuk menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Program matrikulasi adalah program yang diwajibkan kepada calon mahasiswa baru yang tidak sebidang untuk mengambil mata kuliah prasyarat yang telah ditetapkan dengan Keputusan Ketua Program Pascasarjana.

 

IV. KETENTUAN TENTANG MATA KULIAH MATRIKULASI

1.       Jenis mata kuliah matrikulasi yang diikuti oleh tiap mahasiswa diputuskan oleh Pengelola dan KomisiProgram S3Ilmu Pertanian

2.       Beban studi pelaksanaan matrikulasi adalah minimal 12 sksyang dilaksanakan selama minimalduasemester.

3.       Penilaian evaluasi hasil belajar mengacu pada peraturan Unsoed sesuai dengan capaian pembelajaran Program S3 Ilmu Pertanian.

4.       Jumlah satuan kredit semester yang diperoleh dihitung dalam perolehan satuan kredit semester pada kurikulum Prodi S3 Ilmu Pertanian.

5.       Informasi hasil belajar matrikulasi dituliskan dalam transkrip akademik S3 Ilmu Pertanian.

6.       Mahasiswa doktor diwajibkan lulus dalam programmatrikulasisebelum mengikuti program pembelajaran S3 Ilmu Pertanian.

7.       Nilai mata kuliah matrikulasi minimal adalah 66 atau setara dengan nilai huruf “B”

8.       Mahasiswa yang nilai matakuliah matrikulasinya di bawah 66 (huruf “B”) tidak dapat meneruskan kuliahnya pada program S3 Ilmu Pertanian Unsoed.

 

V. ACUAN

1.       Peraturan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor: 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman

2.       Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen Tentang Koding Rumpun, Sub Rumpun dan Bidang Ilmu

3.       SK Rektor Nomor: Kept.844/H23/AK.03.03/2011 Tentang Pedoman Umum dan Akademik Program Pascasarjana Unsoed Tahun 2012/2013

 


VI. PROSEDUR

Kegiatan

Pihak Terkait

 

Uraian Kegiatan

 

Mahasiswa Doktor

Pengelola Prodi S3 Ilmu Pertanian

Pengelola Prodi S2 Ilmu Pertanian

Tim Pengajar Prodi S2 Ilmu Pertanian

Penyusunan program matrikulasi (Januari dan Agustus)

 

 

 

 

 

Pengelola ProdiS3 Pertanian menyusun program pelaksanaan matrikulasi berdasarkan evaluasi Komisi Prodi (M-1.1.3-03).

Koordinasi antar Prodi (Januari dan Agustus)

 

 

 

 

Pengelola ProdiS3 Pertanian melakukan koordinasi dengan ProdiS3 Pertanian terkait pelaksanaanmatrikulasi.

Pelaksanaan matrikulasi (semester 1 dan semester 2)

 

 

 

 

Mahasiswa melaksanakan program matrikulasi di ProdiS3 Pertanian dalam bentuk kuliah atau penugasan pembelajaran khusus.

Evaluasi hasil pembelajaran (semester 1 dan semester 2)

 

 

Tidak Lulus

 

 

Lulus

Tim pengajar matakuliah matrikulasimelakukan evaluasi secara berkala dalam bentuk ujiandan pelaksanaan tugas. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester dan akhir semester.

Penetapan kelulusan (akhir semester 1 dan semester 2)

 

 

 

 

Mahasiswa yang dinyatakan lulus semua matakuliah matrikulasi dinyatakan memenuhi kualifikasi untuk mengikuti perkuliahan program doktorProdiS3 Pertanian.

 

VII. LAMPIRAN

 

 

Standard Operation Procedure(SOP) pendampingan oleh Dosen Wali

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

3

Nomor Revisi:

PROSEDUR

PENDAMPINGAN OLEH DOSEN WALI

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menentukan Dosen Wali bagi setiap mahasiswa Program Doktor sebelum masuk tahap penelitian dan pendampingan oleh promotor

2.       Menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Dosen Wali adalahadalah dosen yang ditugaskan untuk melakukan pembinaan dan pengarahan kepada para mahasiswanya dalamperencanaan studidari mulai tercatat sebagai mahasiswa sampai mendapat tim promotor.

2.       Bimbingan akademik adalah bimbingan yang dilakukan dosen terhadap mahasiswa untuk membantu kelancaran kegiatan-kegiatan akademik

 

III. TUGAS DOSEN WALI

1.       Membimbing mahasiswa dalam menyusun Rencana Studi, baik program satu jenjang penuh maupun program semesteran untuk mencapai hasil yang optimal

2.       Memberi pertimbangan kepada mahasiswa dalam menentukan jumlah SKSyang dicantumkan dalam Kartu StudiMahasiswa(KSM)

3.       Membina dan memantau perkembangan studi mahasiswa yang dibimbing

4.       Memberi bimbingan dan konseling masalah non-akademik yang dihadapi mahasiswa

 

IV. TUGAS MAHASISWA

1.       Setiap mahasiswa S3 wajib mengikuti Tata Tertib yang berlaku di Program Pascasarjana Ilmu Pertanian berdasarkan kode etik yang berlaku

2.       Setiap mahasiswa bimbingan harus membawa kartu kendali pembimbingan akademik setiap bimbingan akademik

3.       Mahasiswa wajib datang pada saat bimbingan dan tidak diwakilkan, kecuali jika berhalangan karena sakit atau ada ijin dari orang tua atau wali

4.       Setiap mahasiswa harus mempunyai dokumen Kartu Hasil Studi (KHS) dan KRS tiap semester, dan setiap KHS yang diterima oleh mahasiswa wajib dilaporkan kepada orang tua atau wali mahasiswa tersebut.

 

V. HAK DOSEN WALI

1.       Dosen wali berhak memanggil dan atau melaporkan ke Ketua Program S3 Ilmu Pertanian mahasiswa yang diduga melakukan perilaku yang menyimpang dari pedoman perilaku mahasiswa.

 

2.       Dosen wali berhak merekomendasikan mahasiswa bimbingannya yang berprestasi dan layak untuk mendapatkan beasiswa, serta dosen wali harus mempunyai daftar mahasiswa bimbingan yang belum dan sudah mendapatkan beasiswa.

 

VI. HAK MAHASISWA

Setiap mahasiswa berhak mendapatkan bimbingan dari dosen wali minimal 2 (dua) kali per semester

JUMLAH MAKSIMAL BIMBINGAN MAHASISWA

Maksimum jumlah bimbingan seorang dosen wali program Doktor adalah 5 (lima) orang mahasiswa

IV. ACUAN

 

V. PROSEDUR

1.       Dekan Fakultas Pertanian menugaskan Dosen Wali atas usulan Ketua Program Pascasarjana yang dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Dekan tiap semester

2.       Ketua Program Pascasarjana mengumumkan daftar dosen wali beserta mahasiswa bimbingannya

3.       Pada pertemuan perdana dengan mahasiswa, dosen wali diwajibkan memberitahukan kepada mahasiswa bimbingannya mengenai pedoman pelaksanaan pembimbingan akademik, tugas dan hak dosen serta mahasiswa

4.       Dosen wali harus mempunyai portofolio asli Kartu Hasil Studi (KHS)dan data lengkap mahasiswa yang didokumentasikan pada map untuk masing-masing mahasiswa dan Kartu Rencana Studi(KRS)per semester dari setiap mahasiswa bimbingannya selama mahasiswa tersebut aktif sebagai mahasiswa Program S3 Ilmu Pertanian.

5.       Setiap dosen wali harus mempunyai daftar hadir bimbingan akademik dan menandatangani kartu kendali yang dibawa oleh mahasiswa bimbingan

6.       Bimbingan akademik dilakukan minimal 2 (dua) kali per semester.

7.       Dosen wali wajib menganalisisperkembangan prestasi belajar mahasiswa bimbingannya melalui KHS, dan memberikan motivasi kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk memperbaiki prestasinya untuk tidak mendapatkan surat peringatan dari Ketua Program S3 Ilmu Pertanian

8.       Dosen wali wajib memberikan masukan kepada Ketua Program S3 Ilmu Pertanianuntuk mengeluarkan surat peringatan sesuai SOP Peringatan Mahasiswa Fakultas Pertanian, apabila prestasi mahasiswa bimbingannya tidak mengalami perubahan.

9.       Dosen wali wajib memberikan peringatan yang intens kepada mahasiswa bimbingannya yang masih belum lulus pada semester 6 (enam)

10.   Dosen Wali yang tidak berada di kampus untuk sementara waktu, sedangkan saat itu sangat diperlukan mahasiswa bimbingannya, maka tugas sebagai PA dapat digantikan oleh Ketua Prodi. Setelah ada pemberitahuan atau permintaan untuk diwakilkan (baik secara lisan ataupun tulisan) dari pembimbing akademik

11.   Dosen PA yang meninggalkan tugas selama 6 bulan atau lebih, tugasnya sebagai PA digantikan dosen lain dengan surat keputusan dekan atas usulan ketua program studi

VI. LAMPIRAN

 

 

Standard Operation Procedure(SOP) seleksi promotor dan ko-promotor

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

4

Nomor Revisi:

PROSEDUR

SELEKSI PROMOTOR DAN

ANGGOTA PROMOTOR

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Untuk menentukan Promotor dan Ko-Promotor (Tim Promotor) yang sesuai dengan topik/tema disertasi mahasiswa

2.       Untuk menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Ketua Promotor adalah Dosen yang bertugas menjadi pembimbing penyusunan disertasi mahasiswa.

Syarat Ketua Promotor adalah sebagai berikut:

a.       Dosen tetap Unsoed yang masih aktifatau dosen luar unsoed,

b.      Pendidikan akademik minimal doktor,

c.       Jabatan fungsional guru besaratau lektor kepala,

d.      Kualifikasi bidang ilmu yang relevan dengan program studi atau bidang ilmu yang ditempuh mahasiswa, dan

e.      Mempunyai 2 (dua) publikasi Ilmiah dalam jurnal international terindek yang diakui oleh Dikti.

2.       Anggota Promotor adalah tenaga akademik yang bertugas menjadi pembimbing pendamping penyusunan disertasi mahasiswa. Syarat Anggota Promotor adalah sebagai berikut :

2.1.   Dosen tetap Unsoed dengan kualifikasi:

a)   Pendidikan akademik doktor

b)   Jabatan fungsional sekurang-kurangnya lektor

c)    Kualifikasi bidang ilmu yang relevan dengan program studi atau bidang ilmu yang ditempuh mahasiswa

2.2.   Dosen luar Unsoeddengan kualifikasi:

a)    Pendidikan akademik minimal doktor,

b)    Kualifikasi bidang ilmu yang relevan dengan program studi atau bidang ilmu yang ditempuh mahasiswa

3.       Tim Promotor adalah tim pembimbing yang terdiri atas seorang Ketua Promotor dan dua (2) anggota Promotor

JUMLAH MAKSIMAL BIMBINGAN MAHASISWA

Maksimum jumlah bimbingan mahasiswa program doktor adalah 2 (dua) untuk setiap promotor atau ko-promotor

IV. ACUAN

 

V. PROSEDUR

1.       Mahasiswa/Promovendus mengajukan judul/tema penelitiansementara secara tertulis yang dilampiri dengan draft proposal penelitian kepada Ketua Program S3untuk mendapatkan Ketua Promotor dan Anggota Promotor. Pengajuan draft proposal penelitian untuk mendapat Ketua Promotor dan Anggota Promotor oleh mahasiswa dapat dilaksanakan sejak calon mahasiswa mendaftarkan diri menjadi mahasiswa S3.

2.       Pengelola dan Komisi Program S3mengadakan rapat untuk membahas judul/tema penelitian guna menentukan Tim Promotor.

3.       Ketua Program S3mengirim Surat Permohonan Kesediaan Menjadi Tim Promotor kepada Dosen yang ditunjuk dengan menyertakan draft proposal penelitian mahasiswa

4.       Selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan sejak pengajuan draft proposal penelitian oleh mahasiswa, Ketua Program S3harus sudah menentukan Tim Promotor kepada mahasiswa ybs

5.       Ketua Program S3mengajukan nama Calon Tim Promotor kepada Dekan Fakultas Pertanian Unsoed untuk mendapatkan persetujuan sekaligus mendapatkan Surat Keputusan Dekan tentang pengangkatan menjadi Tim Promotor.

6.       Penggantian Ketua Promotor dan Anggota Promotor hanya dimungkinkan jika salah satu anggota Tim Promotor berhalangan tetap atau mengundurkan diri

VI. LAMPIRAN

1 (satu) buah tentang Formulir Usulan Promotor/ Surat Kesediaan menjadi Tim Promotor

Standard Operation Procedure(SOP) penjaminan mutu penelitian Program Doktor

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

5

Nomor Revisi:

PROSEDUR

PENJAMINAN MUTU PENELITIAN PROGRAM DOKTOR

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menentukan prosedur penjaminan mutu penelitian program doktor

2.       Menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Seminar Proposal Penelitian Program Doktor adalah kegiatan seminar dalam rangka mencari masukan atas rencana kegiatan penelitian dalam rangka penulisan disertasi dan dihadiri Tim promotor, Ketua Program S3 dan Dosen Penelaah.

2.       Penelitian mahasiswa program doktor ilmu pertanian adalah penelitian untuk menyusun disertasi.  Luaran penelitian harus bersifatbermanfaat bagi masyarakat, menumbuhkan dan menajamkan pengetahuan di bidang ilmu pertanian yang memiliki nilai kebaruan.

3.       Sidang laporan kemajuan penelitian disajikan dalam bentuk seminar  yang dihadiri Tim promotor, Ketua Program S3 dan Dosen Penelaah untuk mengevaluasi kemajuan penelitian mahasiswa agar apabila terdapat masalah dalam pelaksanaan penelitian dapat segera dicarikan solusinya.

 

IV. KETENTUAN TENTANG PENELITIAN PROGRAM DOKTOR

1.       Penelitian mahasiswa S3 Ilmu Pertanian harus bersifat orisinil (tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh orang lain) yang dinyatakan dalam surat pernyataan orisinalitas ide dan topik penelitian.

2.       Penelitian dilakukan dengan mengikuti standar etika moral, sosial dan ilmiah

3.       Penelitian harus menghindari adanya research misconduct yang di antaranya terdiri atas: plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, dan perbuatan lain yang melanggar kode etik penelitian dan publikasi ilmiah.

4.       Mahasiswa peneliti wajib mencatat setiap detil kegiatan penelitian per tanggal kegiatan pada buku catatan (log book) penelitian

5.       Hasil penelitian mahasiswa S3 Ilmu Pertanian Unsoed harus dipublikasikan pada jurnal internasional terindek yang diakui  Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud.

 

V. ACUAN

 

VI. PROSEDUR

1.       Mahasiswa melakukan kandidasi / kualifikasi

2.       Mahasiswa melakukan Seminar Proposal

3.       Penelitian dilaksanakan setelah ada Ijin pelaksanaan penelitian dari Tim promotor yang dinyatakan dalam bentuk persetujuan pelaksanaan penelitian

4.       On-sitemonitoring dan evaluasi pelaksanaan penelitian S3 Ilmu Pertanian dilakukan oleh Tim Promotor Program S3 minimal sekali selama periode penelitian berlangsung

5.       Sejak penelitian dilaksanakan, tiap semester mahasiswa melaporkan kemajuan penelitiannya dalam sidang yang dihadiri oleh Tim promotor dipimpin Ketua Program S3.

6.       Penulisan laporan penelitian dalam bentuk disertasi dapatdilakukan setelah mendapat persetujuan Tim promotor dalam sidang laporan kemajuan penelitian dan tim promotor menyatakan data yang diperoleh sudah mencukupi untuk menulis disertasi.

 

VII. LAMPIRAN

1.       surat pernyataan orisinalitas ide dan topik penelitian

2.       Surat persetujuan pelaksanaan penelitian

3.       Surat persetujuan menulis disertasi

Surat pernyataan orisinalitas ide dan topik penelitian

 

PERNYATAAN ORISINALITAS IDE DAN TOPIK PENELITIAN

Saya menyatakan bahwa penelitian saya yang berjudul ..................................................................... , ide dan topik penelitiannya murni dari saya. Ide dan topik penelitian ini tidak pernah diajukan dan dilaksanakan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya dan/atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah proposal dan disertasi dan disebutkan dalam daftar pustaka.

 

                                                                                                                 Purwokerto, ………………, …….

Yang menyatakan,

(……………………………)

NIM: ………………..

 

 


 

Surat persetujuan pelaksanaan penelitian

 

SURAT PERSERTUJUAN PELAKSANAAN PENELITIAN

Setelah melakukan penelaahan naskah dan seminar proposaluntuk disertasi  mahasiswa S3 Program Pascasarjana Ilmu  Pertanian,

N a m a                                 :  …………………………………………

NIM                                       :  …………………………………………

Judul penelitian                                :  …………………………………………………………………………………………………………………………

Tim Promotor menyatakan:  setuju / tidak setuju bahwa usul penelitian tersebut dianggap memenuhi syarat dan standar akademik jenjang pendidikan doktoral dan bisa segera dilaksanakan.

 

Purwokerto, …………………………..……, …………….….

Tim Promotor,

1.       ………………………......                                                          ……………………………………………………………

2.    …………………………....                                                      …………………………………………………………..

3.    ……………………….......                                                       …………………………………………………………

Tim Penelaah:

1.       .......……………………….                                                       …………………………………………………......

 

2.       ................................                                                    ..........................................................

 

 

 

 

Lampiran 3. Surat persetujuan penulisan disertasi

 

SURAT PERSETUJUAN PENULISAN DISERTASI

Setelah melakukan penelaahan atas data-data yang dikumpulkan melalui kegiatan penelitian untuk disertasi  mahasiswa S3 Program Pascasarjana Ilmu  Pertanian,

N a m a                                 :  …………………………………………

NIM                                       :  …………………………………………

Judul penelitian                                :  …………………………………………………………………………………………………………………………

Tim Promotor menyatakan bahwa data-data yang telah diperoleh tersebut dianggap mencukupi dan memenuhi syarat dan standar akademik untuk penulisan disertasi untuk jenjang pendidikan doktoral.

 

Purwokerto, …………………………..……, …………….….

Tim Promotor,

1.         ………………………......                                                          ……………………………………………………………

2.    …………………………....                                                      …………………………………………………………..

3.    ……………………….......                                                       …………………………………………………………

Tim Penelaah:

1.         .......……………………….                                                        …………………………………………………......

 

2.         ................................                                                    ..........................................................


 

Standard Operation Procedure(SOP) proses penelaahan disertasi

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

6

Nomor Revisi:

PROSEDUR

PENELAAHAN DISERTASI

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Untuk menentukan prosedur penelaahan disertasi

2.       Untuk menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Disertasi adalah karya tulis ilmiah akhir resmi seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program S3 ilmu pertanian. Disertasi merupakan bukti kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru disalah satu bidang dalam disiplin Ilmu Pertanian.

2.       Tim penelaah disertasi terdiri dari tiga orang diluar tim promotor yaitu dua orang penelaah dari Unsoed dan satu orang dari luar Unsoed yang memiliki dan atau berpengalaman di bidang yang sesuai dengan disertasi yang ditelaah.

3.       Telaah disertasi adalah telaah yang dilakukan oleh tim penelaah terhadap disertasi untuk menentukan apakah disertasi layak diajukan ke tahap sidang tertutup dan terbuka.

 

IV. KETENTUAN TENTANG PENELAAHAN DISERTASI

1.       Telaah disertasi harus mengarahkan disertasi agar sesuai dengan karakteristik disertasi sebagai berikut:

a.       Fokus pada kajian mengenai salah satu disiplin Ilmu Pertanian sesuai dengan bidang yang dipelajari.

b.      Fokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam.

c.       Menggunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data sekunder apabila diperlukan.

d.      Ditulis dalam bahasa Indonesiayang baik dan benar

2.       Telaah disertasi harus meliputi hal-hal tentang plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, dan perbuatan lain yang melanggar kode etik penulisan laporan penelitian dan atau disertasi.

3.       Disertasi yang akan ditelaah dikirimkan dosen penelaah dalam bentuk cetak atau soft-copy yang sudah disetujui oleh Tim Promotor dan disahkan oleh Ketua Program S3.

 

V. ACUAN

 

VI. PROSEDUR

1.       Mahasiswa menulis draft disertasi dibimbing oleh Tim Promotor

2.       Selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah ijin menulis disertasi keluar, mahasiswa harus sudah menyerahkan draft disertasinya ke Tim Promotor untuk ditelaah dan diberi masukan.

3.       Draft disertasi ditelaah oleh Tim promotor sedemikian rupa sehigga setelah beberapa kali proses telaah dan perbaikan, mahasiswa dapat dinyatakan siap untuk seminar hasil.

4.       Lama waktu telaah draft disertasi oleh Tim promotor untuk setiap kali memasukkan draft disertasi adalah maksimal 1 (satu) bulan.

5.       Draft disertasi yang sudah diperbaiki setelah seminar hasil dan dianggap layak dan disetujui Tim Promotor dikirim ke dosen penelaah di luar Tim Promotor

6.       Dosen penelaah di luar Tim Promotor diberi waktu maksimal 1 bulan untuk melakukan telaah dan memberi masukan untuk perbaikan draft disertasi. Telaah oleh Dosen Penelaah dilakukan hanya sekali.

7.       Lama waktu perbaikan draft disertasi oleh mahasiswa setelah mendapat masukan dari Tim promotor dan atau Dosen Penelaah adalah maksimal 1 bulan.

8.       Setelah mahasiswa selesai melakukan perbaikan draft disertasi sesuai masukan dari Dosen Penelaah, maka draft disertasi dapat dinyatakan siap untuk dipertahankan di depang sidang tertutup dan atau terbuka oleh Tim Promotor.

 

VII. LAMPIRAN

1.        

Standard Operation Procedure(SOP) anti plagiarisme

Kebijakan anti plagiarisme yang diterapkan di Program Pascasarjana Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Dalam implementasinya, Program Pascasarjana Ilmu Pertanian telah menyusun SOP anti plagiarisme seperti yang tercantum di bawah ini.

 

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

7

Nomor Revisi:

PROSEDUR

PENCEGAHAN PLAGIARISME

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menjamin tidak adanya plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, dan perbuatan lain yang melanggar kode etik publikasi dalam karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa program Doktor

2.       Untuk menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

Pengertian tentang plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, dan perbuatan lain yang melanggar kode etik publikasi ilmiahmengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 17 Tahun 2010

IV. ACUAN

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 17 Tahun 2010

V. PROSEDUR

 

VI. LAMPIRAN

 

Standard Operation Procedure(SOP) Seminar Penelitian Program Doktor

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

8

Nomor Revisi:

PROSEDUR

SEMINAR HASIL PENELITIAN PROGRAM DOKTOR

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menentukan prosedur seminar hasil Program Doktor

2.       Menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Seminar hasil penelitian adalah forum pemaparan laporan hasil penelitian untuk disertasi dalam sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan untuk mendapatkan masukan dalam rangka penyempurnaan disertasi.

2.       Tim Penelaan Seminar Hasil Penelitian adalah Dosen yang pada seminar tersebut disertasi diberi hak untuk bertanya dan memberi penilaian.

3.       Ketua Seminar adalah Dekan/Penanggungjawab Program atau KetuaProgram S3 Ilmu Pertanian atau yang mewakili  yang diberi kewenangan oleh Dekan/Penanggungjawab Program

 

IV. KETENTUAN TENTANG SEMINAR HASIL PENELITIAN

1.       Draft disertasi telah dinyatakan layak oleh Tim Promotor untuk diseminarkan

2.       Mahasiswa telah mengikuti seminar hasil di tingkat pascasarjana sekurang-kurangnya 5 kali (dibuktikan dengan memperlihatkan kartu seminar mahasiswa).

3.       Dihadiri oleh Ketua Seminar, Tim Promotor, dan 2 orang penelaah.

4.       Dihadiri sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) mahasiswa

 

V. ACUAN

 

VI. PROSEDUR

1.       Mahasiswa mengajukan naskah disertasi dan makalah seminar kepada Promotor dan Ko-Promotor yang akan diujikan dalam seminar hasil penelitian.

2.       Apabila Komisi Promotor menyetujui maka segera menetapkan jadwal pelaksanaan seminar hasil penelitian.

3.       Mahasiswa meminta form berkas Seminar kepada Sekretariat Program S3 Ilmu Pertanian.

4.       Seminar hasil penelitian dipimpin oleh Ketua Seminar.

5.       Berkas acara Seminar hasil penelitian dan nilai Seminar hasil Penelitian ditandatangani oleh Ketua Seminar, Tim Promotor dan penelaah

VII. LAMPIRAN

1.

 


 

Standard Operation Procedure(SOP) sidang tertutup dan sidang terbuka

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

9

Nomor Revisi:

PROSEDUR

SIDANG DISERTASI TERTUTUP DAN TERBUKA

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menentukan prosedur sidang tertutup dan terbuka

2.       Menjamin mutu lulusan Program Doktor

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

1.       Sidang Disertasi Tertutup adalah sidang untuk mempertahankan disertasi yang ditulis oleh mahasiswa program Doktor yang hanya dihadiri oleh Tim Promotor dan Dosen Penguji, Ketua Program Pascasarajana dan dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian .

2.       Sidang Disertasi Terbuka adalah sidang untuk mempertahankan disertasi yang ditulis oleh mahasiswa program Doktor yang dihadiri oleh Tim Promotor dan Dosen Penguji, Ketua Program Pascasarajana dan dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian dan boleh dihadiri (terbuka) oleh masyarakat umum.

3.       Tim Penguji Sidang Disertasi adalah Dosen yang pada sidang disertasi diberi hak untuk bertanya dan memberi penilaian.

4.       Ketua Sidang adalah Dekan/Penanggungjawab Program atau Ketua Pengelola Program Pascasarjana yang diberi kewenangan oleh Dekan/Penanggungjawab Program

 

IV. KETENTUAN TENTANG SIDANG TERTUTUP DAN SIDANG TERBUKA

1.       Mahasiswa telah menyelesaikan semua kewajiban administratif yang terkait dengan program S3 yang ditempuhnya

2.       Mahasiswa tidak mempunyai tanggungan pinjaman alat Lab. dan atau sarana dan fasilitas kebun percobaan di Unsoed

3.       Draft disertasi telah dinyatakan layak untuk dipertahankan dalam sidang tertutup dan atau sidang terbuka

4.       Mahasiswa dapat mendaftar sidang untuk mempertahankan disertasinya setelah ada bukti minimal bahwa artikel ilmiah hasil penelitian telah diterima untuk diterbitkan pada jurnal ilmiah internasional terindeks yang diakui oleh Dikti.

5.       Sidang Disertasi Tertutup merupakan telaah dan uji penguasaan mahasiswa atas materi disertasi

6.       Sidang Disertasi Terbuka merupakan telaah dan uji kelayakan mahasiswa untuk diberi gelar Doktor pada salah satu bidang dalam disiplin Ilmu Pertanian.

 

PETUNJUK BAGI KETUA TIM PEMBIMBING

1.          Ketua Sidang, Tim Promotor, Tim Penguji dan Promovendus sudah hadir 15 menit sebelum jadwal sidang

2.          Tim Pembimbing harus menandatangani naskah disertasi yang resmi dipergunakan sebagai naskah ujian disertasi.

3.          Tim Pembimbing menyetujui perubahan atau koreksi sebagai hasil dari ujian disertasi dan memberikan pengarahan kepada promovendus dalam melakukan koreksi akhir dari disertasinya.Bersama dengan Tim Penguji menandatangani naskah disertasi serta dokumen lain berkaitan dengan ujian disertasi

 

V. ACUAN

 

VI. PROSEDUR

Pada hari “H” Sidang Disertasi:

II.         Rapat Pendahuluan dipimpin oleh Ketua Sidang (tidak dihadiri oleh promovendus)

         Materi sidang :

- Lama waktu ujian (2,5 jam, terdiri presentasi 30 menit, ujian dengan 

  total waktu 2 jam)

- Menjelaskan tatacara ujian

- Menentukan urutan penanya

- Menjelaskan proses penilaian

III.       Sidang Ujian Disertasi Tertutup

1.       Ketua Sidang membuka sidang dan menjelaskan proses sidang, memperkenalkan promovendus, promotor, ko-promotor, dan para penguji

2.       Ketua Sidang mempersilahkan promovendus masuk ruangan (tanpa pengiring)

3.       Ketua Sidang menjelaskan ketentuan ujian disertasi secara singkat dan mempersilahkan promovendus mempresentasikan hasil penelitiannya, selama maksimum 30 menit

4.       Ketua Sidang mempersilahkan penanya pertama untuk mengajukan pertanyaan (alokasi waktunya adalah: 2 jam dibagi rata dengan jumlah penguji seluruhnya). Kemudian diteruskan dengan penanya berikutnya, dan seterusnya (sesuai urutan yang telah disepakati pada rapat pendahuluan)

5.       Ketua Sidang menskors ujian, untuk mengadakan rapat penentuan hasil ujian

6.       Sidang penilaian hasil ujian diketuai oleh Ketua Sidang

-          Ketua Sidang meminta pandangan dan pendapat dari Tim Penguji  (dan Tim Promotor)

-          Ketua Sidang memutuskan hasil ujian. Lembar hasil ujian ditandatangani oleh Dekan/Penanggungjawab Program dan semua Tim Penguji.

8.       Sidang Ujian dibuka kembali oleh Ketua Sidang Promosi

-          Ketua Sidang membacakan Surat Keputusan Sidang dan memberitahukan hal-hal yang perlu segera diperbaiki dengan batas waktu

9.       Ketua Sidang menutup sidang ujian disertasi

 

VII. LAMPIRAN

1.

Standard Operation Procedure(SOP) pembukaan Program Studi Baru di Tingkat Fakultas

 

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

10

Nomor Revisi:

PROSEDUR

PEMBUKAAN PROGRAM STUDI BARU

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menentukan Prosedur Pembukaan Program Studi Baru

2.       Menetapkan Persyaratan yang dibutuhkan dalam pengusulan pembukaan program studi baru

3.       Mengembangkan studi kelayakan yang dapat digunakan sebagai bahan usulan pembukaan program studi

 

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

Pembukaan program studi baru adalah proses pengusulan hingga keluarnya SK Dirjen Dikti tentang pembukaan program studi sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti.

 

IV. ACUAN

1.       Keputusan Mendiknas No. 234/U/2000 tentang Pendirian Perguruan Tinggi;

2.       Keputusan Dirjen Dikti No. 108/DIKTI/Kep/2001 tanggal 30 April 2001 tentang Pedoman Pembukaan Program Studi dan/atau Jurusan

3.       Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

4.       Keputusan Dikti No. 163/Dikti/Kep/2007 tanggal 29 November 2007 tentang Penataan dan Kodefikasi PS pada Perguruan TInggi Dirjen Dikti

5.       Panduan Pengajuan Izin Penyelenggaraan Program Studi Baru Kementerian Pendidikan Nasional 2010.

V. PROSEDUR

Prosedur Pengusulan Pembukaan Program Studi baru di Tingkat Fakultas

 

1.       Melakukan Analisis kebutuhan, dilakukan melalui studi lapangan, yang akan menghasilkan informasi

tentang:

· kualifikasi yang dibutuhkan

· gambaran jumlah kebutuhan,

· sumber masukan program, dan keberlanjutan program.

2.       Pengembangan kurikulum, menghasilkan informasi tentang:

· kualifikasi dan kompetensi keluaran yang diharapkan,

· kurikulum, dan

· rujukan program yang digunakan.

3.       Pengembangan sumber daya, akan menghasilkan informasi tentang kondisi sumber daya yang disediakan untuk melaksanakan program studi (dan/atau jurusan) yang diusulkan.

Sumber daya tersebut mencakup:

· tenaga akademik,

· sarana dan prasarana, serta

· tenaga administrasi dan penunjang akademik.

4.       Pengembangan pendanaan, hasilnya memberikan gambaran mengenai kebutuhan dana awal, dana operasional dan pemeliharaan serta kebutuhan dan Iainnya, disertai dengan gambaran mengenai sumber- sumber yang ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pendanaan tersebut mencakup:

· kebutuhan dana investasi,

· kebutuhan dana operasional dan pemeliharaan,

· penerimaan internal, serta

· penerimaan eksternal.

5.       Pengembangan Manajemen Akademis, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai bagaimana program studi tersebut akan dikelola, bagaimana rencana pengembangan program studi baik untuk jangka pendek (1-2 tahun ke depan), jangka menengah (3-5 tahun ke depan) maupun jangka panjang (6-10 tahun ke depan), bagaimana sumber daya

yang ada akan dikelola dan dikembangkan tanpa mengganggu program studi lain, serta bagaimana mutu akademik program studi tersebut akan dibina. Dukungan kerjasama yang ada akan sangat membantu pengembangan program studi tersebut.

Komponen yang harus

dicakup dalam manajemen akademis adalah:

· rencana pengembangan program studi,

· manajemen sumber daya,

· manajemen mutu akademis, dan

· dukungan kerja sama.

6.       Pengembangan dokumen studi kelayakan, dengan menggunakan format sebagai berikut.

· Pendahuluan

· Kurikulum program studi yang diusulkan

· Sumberdaya

· Pendanaan

· Manajemen Akademis

· Kesimpulan

7.       Dokumen studi kelayakan yang siap dipresentasikan pada tingkat universitas

 

 

 

Prosedur Pengusulan Pembukaan Program Studi baru di Tingkat Universitas

1.       Pengusul pembukaan program studi baru mengajukan surat permohonan izin pembukaan program studi baru ke Rektor.

2.       Rektor menugaskan Bagian Perencaan untuk menindak lanjuti permohonan pengusulan pembukaan program studi baru

3.       Bagian Perencaan memeriksa kelengkapan permohonan pengusulan pembukaan program studi baru, termasuk Form 4. Jika dokumen sudah lengkap, BJM menyiapkan Form 1, 2 dan 3 yang ditandatangani Rektor untuk dikirim ke DIKTI (Direktur Akademik).

4.       Direktur Akademik DITJEN DIKTI akan memberikan NOMOR REGISTRASI untuk masuk ke sistem online Pendaftaran Pembukaan Program Studi Baru melalui surat elektronik (email Rektor). No. registrasi dan No. Surat digunakan Pengusul untuk mengupload Form 4. Sebelum diupload Form 4, terlebih dahulu direview oleh Tim Bagian Perencanaan.

5.       Jika Form 4 disetujui DIKTI, pemberitahuan melalui sistem online. Pengusul dapat melanjutkan untuk mengupload Form 5 yang sebelumnya juga harus direview oleh Tim Bagian Perencanaan.

6.       Dikti menyampaikan Persetujuan Penyelenggaraan Ijin Pembukaan Program Studi kepada Rektor melalui email.

VI. LAMPIRAN

 

Standard Operation Procedure(SOP) Penutupan Program Studi Baru

 

 

PROGRAM DOKTOR (S3)ILMU PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Nomor Dokumen:

11

Nomor Revisi:

PROSEDUR

PENUTUPAN PROGRAM STUDI BARU

 

Halaman:

Tanggal Terbit:

25 Juli 2015

I. TUJUAN

1.       Menentukan Prosedur Penutupan Program Studi Baru

2.       Menetapkan Persyaratan yang dibutuhkan dalam pengusulan penutuan program studi baru

3.       Mengembangkan studi kelayakan yang dapat digunakan sebagai bahan usulan penutupan program studi

 

II. RUANG LINGKUP

Pelaksanaan Kegiatan Akademik (PBM)

III. PENGERTIAN

Penutupan program studi adalah proses pengusulan penutupan hingga keluarnya SK Dirjen Dikti tentang penutupan program studi sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti.

 

IV. ACUAN

1.       Keputusan Mendiknas No. 234/U/2000 tentang Pendirian Perguruan Tinggi;

2.       Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

3.       Keputusan Dikti No. 163/Dikti/Kep/2007 tanggal 29 November 2007 tentang Penataan dan Kodefikasi PS pada Perguruan TInggi Dirjen Dikti

 

V. PROSEDUR

1.       Program Pascasarjana melakukan evaluasi terhadap program studi yang dianggap tidak efektif, misalnya karena jumlah mahasiswa program tersebut terus menurun

2.       Ketua Program Pascasarjana meminta pertimbangan Dekan dan Wakil Rektor Bidang Akademik apabila dipandang perlu bahwa suatu program studi harus ditutup

3.       Program Pascasarjana dan Fakultas membahas penutupan program dengan senat fakultas.

4.       Dekan mengusulkan penutupan Program Studi S3 kepada Rektor dengan memperhatikan pertimbangan Senat Fakultas

5.       Usulan penutupan dilengkapi dengan kajian terinci yang menjelaskan latarbelakang penutupan, sebagai pertanggungjawaban Dekan atas penyelenggaraan Program S3 di Fakultasnya

6.       Rektor meneruskan usulan penutupan Program Studi ke Senat Universitas untuk dibahas

7.       Senat Universitas melakukan penilaian terhadap kelayakan usulan dengan penilaian dokumen, kunjungan lapangan, dan apabila diperlukan dapat melakukan dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait

8.       Pimpinan Universitas mengadakan Rapat Pimpinan yang mengundang Dekan Fakultas dan Ketua Jurusan terkait untuk melakukan pembahasan atas usulan penutupan Program Studi.

VI. LAMPIRAN

 

My Photostream